Di Atas Kereta Senja

Saya ada dalam kereta menuju Jember setelah kurang lebih setahun saya tidak kembali ke kota itu.

Hari ini saya membaca tentang filsafat yang menjadi dasar ketatanegaraan modern.
Saya hanya berfikir, bahwa negara memang dibangun untuk kepentingan bersama, namun kepentingan utama adalah kedaulatan. Adalah mustahil jika negara dibangun diatas tujuan yang sama. Mengingat negara terdiri dari individu dan kelompok yang berbeda, yang tentu saja, punya tujuan dan kepentingan yang berbeda.
Namun, saya lebih memandang negara sebagai pengikat dan pengatur. Dimana dengan adanya negara akan ada juga perangkat-perangkat negara, baik itu raja atau presiden, juga mentri-mentrinya. Dengan perangkat-perangkat yang ada ini, maka kepentingan tiap individu akan memiliki limit atau batas. Untuk kepentingan pengaturan kepentingan dan keinginan inilah lahir hukum positif. Dimana hukum positif ini mengatur hingga keinginan manusia yang paling mendasar, hasrat.
Hukum positif ini memang tidak dapat mencakup semua segi kehidupan manusia secara pribadi, namun dapat mencakup segi kehidupan manusia sebagai warga negara. Fungsi dari para perangkat ini adalah untuk menjalankan hukum positif yang ditetapkan dan hukum positif bahkan mengatur seseorang yang memimpin sebuah negara hingga tidak terjadi bentuk negara tyran.
Tujuan dan fungsi negara sebagai sebuah institusi dan manusia didalamnya sebagai warga negara, warga dunia, dan individu pribadi perlu dipahamkan pada warga negara melalui pendidikan. Karena tanpa pengetahuan ini, negara tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Kepentingan manusia dan atau kelomopok akan tumpang tindih, yang berujung pada pelanggaran hukum positif. Oleh karena itu pendidikan akan hak dan kewajiban warga negara penting adanya mengingat sebuah negara adalah institusi yang menata manusia.
Mengenai adanya negara dunia, atau satu pemimpin untuk seluruh manusia di bumi, tidak dapat dilihat dalam batas geografis ata politis tanpa adanya perang, atau pemusnahan pihak yang menentang. Dalam beberapa paham, sering kita dengan tentang New World Order yang konon dicita-citaka oleh Zionis, atau Khilafah yang dicita-citakan oleh kelompok Islam. Tidak menutup kemungkinan bentuk satu pemimpin untuk seluruh umat di bumi ini akan terjadi, namun pastinya hal itu akan terjadi setelah adanya perang. Karena merupakan watak manusia untuk bersikap primodial atau menginginkan kedaulatan atas diri dan kelompoknya. Kalau nantinya bentuk satu pemerintahan ini dapat menjawab hasrat manusia sebagai makhluk primodial untuk berdaulat atas daerahnya, mungkin bentuk pemerintahan ini akan tercapai dengan damai.
Inilah racauan saya malam ini diatas kereta menuju Jember.

One thought on “Di Atas Kereta Senja

  1. Lawrence says:

    You post very interesting posts here. Your blog deserves much
    bigger audience. It can go viral if you give it initial boost, i know very useful tool that can help you, simply
    search in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s