Saya Rindu Lagu Anak-Anak

Menikmati hari libur yang kurang wajar ini, saya habiskan dengan chatting bersama teman2 saya, dan menonton video di you tube. Malam ini, entah ada angin apa saya ingin menghabiskan waktu bersama Susan dan Kak Ria Enes. Ada banyak pelajaran yang saya dapat dari lagu-lagu mereka. Anehnya, saya baru sadar sekarang. Padahal waktu kecil, mereka adalah idola saya dan hampir setiap hari saya mendengarkan lagu-lagu mereka. Kali ini saya tidak hanya akan bertutur tentang Susan dan Ria Enes, tapi tentang lagu anak-anak tahun 90an.

Mereka menyanyikan lagu tentang binatang, cita-cita, dan kehidupan anak-anak saat masuk sekolah, atau saat bermain. Yang menarik dalam lagu mereka, selain karakter Susan yang menggemaskan, juga lirik lagunya yang cerdas. Pengemasan lirik yang sederhana dan mudah dicerna anak-anak sekilas tidak terdengar seperti nasihat wajar yang selalu dilontarkan orang tua pada anak-anak. Namun, setelah lulus kuliah dan mengalami banyak pengalaman hidup sebagai anak-anak, remaja, dan orang dewasa, lirik lagu mereka memang pantas untuk dijadikan cermin dari yang kita alami selama ini.

Saya akan memulai dari Susan dan kak Ria Enes. Tentunya teman-teman mengenal lagu ‘Susan Punya Cita-Cita’, ‘Si Kodok’, dan masih banyak lagi. Lagu-lagu tersebut ceria dan sarat akan pesan. Dalam lagu ‘Susan Punya Cita-Cita’, anak-anak diajari untuk memiliki cita-cita dan membayangkan apa yang akan dilakukan saat cita-cita itu tercapai. Saya jadi ingat dengan kata ‘visi’. Anak-anak memang diajari untuk punya cita-cita, tapi anak jaman sekarang ada juga yang tidak punya visi. Ketika apa yang dia impikan tercapai, lalu dia mau jadi seperti apa? Apa yang akan dia lakukan? Sama hal nya dengan membangun rumah tangga tanpa visi akan jadi pasangan seperti apa mereka nantinya, atau akan jadi orang tua macam apa nantinya. Dan yang paling banyak kita temui didunia kerja, adalah pegawai yang tidak punya visi. Mau jadi pegawai seperti apa ketika sudah diterima nanti? Hanya pegawai yang menunggu kenaikan pangkat saja kah? Atau pegawai yang oportunis dalam setiap kesempatan.

Pesan yang sangat dalam disampaikan dalam ekspresi ringan. Sayangnya lagu-lagu sarat pesan seperti ini memang sudah jarang kita temui. Tidak hanya di Indonesia, lagu-lagu yang mendunia pun sudah jarang yang menyampaikan makna yang dalam. Buktinya, banyak komentar di video-video lagu 90 an yang mengungkapkan betapa mereka rindu dengan lagu sarat makna era itu. Bahkan di usia yang masih anak-anak, Declan Galbraith dan Billy Gilman sudah menyanyikan lagu tentang kematian.

Sering saya membayangkan adakah nanti bocah-bocah lincah yang didukung untuk menjadi penyanyi cilik profesional. Membawakan lagu-lagu ceria yang sarat makna, seperti saat saya kecil dulu. Sebagaimana format boyband yang muncul ditengah banjirnya format band yang merajai pasar music Indonesia. Saya juga yakin seandainya ada seorang anak yang muncul untuk mengisi kekosongan dunia musik anak Indonesia, masyarakat akan menyambut dengan baik. Anak-anak juga ingin punya konsernya sendiri.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s